“Kami tidak ingin ada pelajar yang terlibat dalam kegiatan yang bukan ranah mereka. Jika ada yang terbukti ikut aksi, tentu akan ada sanksi sesuai aturan,” tegasnya.
Langkah preventif ini, lanjut Abdul Waras, merupakan bentuk evaluasi dari kejadian sebelumnya, di mana sejumlah pelajar SMA dan SMK di Depok sempat ikut bergabung dalam aksi mahasiswa di Jakarta. Ia berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali.
“Kami tidak ingin generasi muda kita terseret ke hal-hal yang tidak produktif. Dengan sosialisasi ini, kami ingin mereka fokus belajar dan membangun masa depan,” imbuhnya.
Upaya Polres Metro Depok ini mendapat dukungan dari pihak sekolah yang menilai pentingnya peran kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan. Guru dan pihak manajemen sekolah juga diajak aktif memberikan pembinaan serta mengawasi kegiatan para siswa di dalam maupun luar sekolah.
Dengan adanya kerja sama antara aparat kepolisian, sekolah, dan orang tua, diharapkan para pelajar di Kota Depok dapat terhindar dari kegiatan yang berpotensi mengganggu proses belajar mengajar. “Kami mengajak semua pihak untuk bersinergi menjaga anak-anak kita agar tetap fokus pada pendidikan,” pungkasnya.





