Bangka Selatan, Radarnyamuk.com – Di tengah berbagai perbincangan dan polemik terkait keberadaan pabrik kelapa sawit di Desa Nangka, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, sejumlah pihak mengajak masyarakat untuk melihat persoalan secara objektif dan mengedepankan dialog dalam mencari solusi terbaik.
Keberadaan investasi tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila dikelola dan diawasi secara bersama-sama.
Pengamat Kebijakan Publik, Matoridi, menilai langkah yang diambil Kepala Desa Nangka, Bayumi, dalam memberikan klarifikasi kepada masyarakat merupakan bentuk keterbukaan yang patut diapresiasi. Menurutnya, setiap informasi yang berkembang di ruang publik perlu disikapi dengan data dan fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Saya mengapresiasi langkah bijak yang telah dilakukan oleh Kades Nangka, Bayumi. Saya yakin keberadaan pabrik kelapa sawit di wilayah Desa Nangka dapat memberikan manfaat positif, asalkan terus dikawal bersama oleh seluruh stakeholder dan masyarakat desa setempat,” kata Matoridi, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit pada dasarnya bertujuan mendekatkan akses petani terhadap fasilitas pengolahan hasil panen. Dengan jarak yang lebih dekat, biaya distribusi dapat ditekan dan kualitas tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan petani berpeluang tetap terjaga hingga masuk ke pabrik.
Menurut Matoridi, keberadaan pabrik juga dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan daya tawar petani sawit rakyat. Selama ini, banyak petani menghadapi tantangan terkait fluktuasi harga dan biaya transportasi yang cukup tinggi.
“Saat ini sawit telah terbukti menjadi salah satu sektor yang mampu menopang perekonomian masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi. Karena itu pembangunan pabrik harus dilihat sebagai peluang yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Selain manfaat bagi petani, pembangunan pabrik juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Mulai dari tenaga kerja konstruksi, operasional, hingga sektor pendukung lainnya yang dapat tumbuh seiring berkembangnya aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Matoridi menegaskan bahwa setiap investasi tentu harus tetap memperhatikan aturan yang berlaku, termasuk aspek lingkungan, sosial, dan kepentingan masyarakat setempat. Oleh sebab itu, pengawasan dari pemerintah, masyarakat, serta pihak terkait sangat diperlukan agar manfaat yang dihasilkan benar-benar dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Kehadiran pabrik kelapa sawit juga akan memberikan dampak positif, mulai dari membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal hingga meningkatkan daya saing dan harga jual TBS petani.





