Tokoh KKSS dan Sunda Babel Serukan Perdamaian Gubernur-Wagub Babel: Media Diminta Jadi Pemersatu

Ia meminta kedua pemimpin untuk menghentikan saling serang di media, karena dinilai justru mempermalukan institusi pemerintah dan mencederai nama baik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kita semua manusia pasti punya kekurangan dan pernah khilaf. Tapi konflik ini sudah terlalu jauh, dan hanya memberikan rasa malu bagi kita bersama,” kata Deang.

Keduanya juga mengingatkan peran media massa agar tetap menjadi pilar penyejuk dan pemersatu, bukan menjadi alat propaganda yang memperkeruh suasana.

“Teman-teman wartawan seharusnya menjadi garda terdepan untuk menyatukan mereka. Mari kita junjung tinggi budaya Melayu yang santun dan damai, saling menyejukkan, bukan memperuncing perbedaan,” tambah Tanwin.

Mereka berharap, momentum ini bisa menjadi titik balik untuk memperbaiki hubungan dua pemimpin tersebut demi keberlanjutan pembangunan dan pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat Bangka Belitung.“Kami semua ingin melihat Gubernur dan Wakil Gubernur kembali bergandengan tangan. Masyarakat tak butuh drama, tapi kepastian bahwa pemimpinnya bekerja sepenuh hati untuk rakyat,” pungkas mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *