Sidang Pembunuhan Wartawan: Keluarga Korban Minta Hukuman Mati Tanpa Keringanan

Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan. Wajah membiru, tubuh penuh luka, dan masih mengenakan kaus biru serta celana jeans. Fakta tersebut kembali membuka luka mendalam bagi keluarga yang hadir di ruang sidang.

“Martin Dalang, Hasan Pelaksana”
Novi juga menegaskan bahwa pembunuhan tersebut bukan tindakan spontan. Berdasarkan pengakuan Hasan, kata Novi, perbuatan itu dilakukan atas perintah Martin.

“Hasan mengaku semuanya disuruh oleh Martin. Balasan chat juga katanya berasal dari Martin,” ungkap Novi.
Ironi tragis turut diungkap dalam persidangan. Menurut Novi, pada pagi hari sebelum kejadian, suaminya masih sempat membantu Hasan yang sedang sakit.

“Suami saya orang baik. Pagi itu masih sempat memberikan obat kepada Hasan,” ujarnya dengan suara pecah.
Hingga kini, keluarga korban mengaku belum pernah mendengar pengakuan langsung dari Martin terkait motif pembunuhan tersebut.

Tuntutan Hukuman Berat
Menutup kesaksiannya, Novi kembali memohon kepada Majelis Hakim agar menjatuhkan hukuman paling berat kepada kedua terdakwa tanpa keringanan apa pun.

“Saya hanya ingin keadilan. Nyawa suami saya dirampas secara kejam dan terencana,” tegasnya.

Sidang berlangsung dalam suasana tegang dan dipadati keluarga korban. Jaksa Penuntut Umum mendakwa Hasan Basri dan Martin dengan pasal berlapis terkait pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *