Ridwan menegaskan bahwa deklarasi ini bukan hanya seremoni, tetapi bagian dari gerakan demokrasi rakyat. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut hadir dan menyatakan dukungan terhadap bentuk partisipasi politik yang mandiri dan berbasis aspirasi warga.
“Kami ingin menunjukkan bahwa rakyat bisa menentukan masa depan kotanya tanpa harus bergantung pada kekuatan politik partai. Ini momentum kebangkitan warga Pangkalpinang,” tambahnya.
Dukungan terhadap paslon MERDEKA tampak nyata di lapangan. Berdasarkan pantauan jejaring media KBO Babel di Posko Relawan MERDEKA, tampak antusiasme tinggi dari masyarakat. Papan ucapan selamat dan dukungan berjejer dari berbagai pihak, mulai dari warga biasa, komunitas lokal, hingga tokoh masyarakat Bangka Belitung.
Paslon MERDEKA juga dikenal aktif menyapa warga, berdialog langsung di pasar, kampung, hingga taman kota. Pendekatan partisipatif ini menjadi salah satu kekuatan utama mereka, berbeda dari model kampanye konvensional yang bersifat top-down.
Dengan semangat kebersamaan dan dorongan perubahan dari akar rumput, Ridwan optimis pasangan Eka–Ramida tidak hanya akan menjadi peserta, tetapi juga kandidat kuat dalam Pilkada ulang mendatang.
“Ini bukan sekadar kontestasi politik, tapi gerakan rakyat yang ingin perubahan nyata. Kita ingin membawa Pangkalpinang ke arah yang lebih baik, dengan pemimpin yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat,” pungkasnya.
Deklarasi MERDEKA pada 15 Juni mendatang diharapkan menjadi tonggak penting bagi demokrasi lokal di Pangkalpinang. Sebuah momen di mana suara warga berdiri tegak tanpa embel-embel partai, menjadikan kota ini sebagai contoh nyata bahwa demokrasi sejati lahir dari rakyat.





