Dari Rakor ke Aksi Nyata Menuju Kota Bersih,Ubah Pola Pikir Masyarakat, Bangka Selatan Perkuat KIE Andalkan Kolaborasi dan Edukasi Sampah

Toboali, Radarnyamuk.com – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus memperkuat komitmen dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Hal ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pengelolaan sampah, yang berlangsung di Ruang Studio Perencanaan Pulau Kelapan, Bappelitbangda Bangka Selatan, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, S.T., M.M. Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agung Prasetyo Rahmadi, S.T., M.M., serta perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Pengendali Lingkungan Ahli Pertama Nur Isna Khairunnisa, S.Si, yang juga menjadi narasumber utama.

Dalam sambutannya, Sekda Hefi menegaskan bahwa rakor ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi penilaian Adipura tahun 2026. Ia menyebutkan bahwa aspek KIE kini menjadi komponen penting dalam indikator penilaian, yang tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

“Hari ini kita melaksanakan koordinasi lintas OPD dalam Komunikasi, Informasi, dan Edukasi terkait pengelolaan sampah. Ini menjadi bagian baru dalam penilaian Adipura tahun 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab kita bersama,” ujar Hefi.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab DLH semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga dunia usaha. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Berdasarkan pemaparan dalam rakor, penilaian Adipura saat ini mengedepankan pendekatan yang lebih komprehensif, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Selain menilai kebersihan kawasan, penilaian juga mencakup sistem pengelolaan yang terintegrasi, berbasis data, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *