Menjelang Ramadan, Gerakan Pangan Murah TPID Bangka Selatan Disambut Antusias Warga

“Menjelang Ramadan biasanya ada kenaikan harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu, TPID Kabupaten Bangka Selatan melaksanakan Gerakan Pangan Murah agar harga di pasaran tetap stabil dan masyarakat tidak terbebani,” ujar Akil.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan intervensi pasar melalui kegiatan serupa sebagai langkah preventif dalam mengendalikan inflasi daerah. Menurutnya, stabilitas pasokan dan harga pangan merupakan faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

“Saat ini memang terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Untuk itu, TPID hadir melalui Gerakan Pangan Murah agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, pemerintah bekerja sama dengan Perum Bulog serta sejumlah distributor bahan pangan dari Pangkalpinang.

Dari Bulog, disediakan beras SPHP sebanyak 2.000 kilogram dengan harga Rp11.800 per kilogram, minyak goreng merek Fortune sebanyak 72 liter seharga Rp19.000 per liter, gula PSM 60 kilogram dengan harga Rp17.500 per kilogram, serta tepung terigu Mila 30 kilogram seharga Rp10.500 per kilogram.
Sementara itu, distributor Dayat Umbu menyediakan berbagai komoditas hortikultura seperti cabai besar, cabai rawit, tomat, wortel, bawang merah, bawang putih, kentang, bawang bombay, serta bawang impor dengan harga di bawah pasar. Distributor lainnya, Titin Buah, turut menghadirkan aneka buah-buahan seperti apel, jeruk Medan, jeruk Sunkist, pir Century, serta telur puyuh.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean pembelian beras SPHP cukup panjang, namun tetap berlangsung tertib. Banyak warga tampak membawa pulang bahan pangan dalam jumlah cukup untuk kebutuhan rumah tangga.

Akil berharap, Gerakan Pangan Murah ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mampu menekan laju inflasi di Bangka Selatan.
“Semoga dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau dan inflasi daerah tetap terkendali, khususnya menjelang Ramadan,” pungkasnya.

Dengan dukungan lintas instansi dan antusiasme masyarakat yang tinggi, Gerakan Pangan Murah di Toboali menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *