Jejak Langkah Wina Armada Akan Terus Menginspirasi Pers Indonesia

JAKARTA, RADARNYAMUK.com — Dunia pers Indonesia kembali berduka. Wartawan senior sekaligus pakar hukum pers nasional, Wina Armada Sukardi, meninggal dunia pada Kamis (3/7/2025) pukul 15.59 WIB setelah menjalani perawatan intensif akibat serangan jantung. Kabar kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam di kalangan insan pers dan pegiat kebebasan berekspresi di Tanah Air.

Dikenal sebagai sosok jurnalis tangguh, pengajar berdedikasi, serta pemikir hukum pers yang kritis dan konsisten, Bang Wina—sapaan akrabnya—telah mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk kemajuan dunia jurnalistik Indonesia. Ia bukan hanya menulis dan mengajar, tapi juga membimbing generasi baru wartawan dengan sepenuh hati.

Salah satu kenangan personal datang dari Mahmud Marhaba, Ketua Umum Pro Jurnalismedia Siber (PJS), yang mengenang Wina Armada sebagai pribadi yang tajam dalam berpikir, namun tetap santun dalam menyampaikan kritik.

“Saya masih ingat ketika mengikuti Training of Trainers (ToT) Ahli Pers Dewan Pers pada tahun 2011. Bang Wina adalah penguji saya. Cara beliau menyampaikan kritik begitu tajam namun tidak menjatuhkan. Justru membangun. Saya merasa diuji oleh orang yang telah menghidupi dunia pers dengan integritas tinggi,” kenangnya.

Kenangan lainnya yang sangat membekas adalah ketika Bang Wina mengirimkan langsung buku karyanya berjudul “Menjadi Ahli Dewan Pers” ke Pekanbaru. Bagi Mahmud, buku itu bukan hanya hadiah, tetapi simbol kedekatan batin serta dukungan moril bagi dirinya dan perjuangan insan pers daerah.

Meski tidak tercatat dalam struktur resmi organisasi PJS, Bang Wina aktif membangun komunikasi dan kerja sama dengan para anggota di berbagai daerah. Ia kerap mengirimkan artikel, berdiskusi lewat telepon, hingga memberikan masukan strategis untuk penguatan fungsi media di daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *