Tak hanya pembangunan jalan, program TMMD ke-127 ini juga menyasar berbagai pembangunan fasilitas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Di antaranya pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) bagi warga yang membutuhkan, pembuatan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, serta perbaikan fasilitas umum seperti mushola yang digunakan warga untuk beribadah.
Komandan Kodim 0432/Basel, Letkol Inf Agus Wicaksono, menyampaikan bahwa pemilihan Pulau Lepar sebagai lokasi pelaksanaan TMMD dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang memadai, terutama akses jalan menuju lahan pertanian.
“Keterisolasian wilayah menjadi kendala utama mobilitas warga. TMMD hadir untuk merajut asa, membangun konektivitas, serta membantu masyarakat agar memiliki akses yang lebih baik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Letkol Inf Agus Wicaksono.
Ia juga menegaskan bahwa program TMMD merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mempercepat pembangunan di daerah terpencil dan kepulauan.
Selama pelaksanaan program TMMD, masyarakat setempat juga turut berperan aktif melalui kegiatan gotong royong bersama anggota Satgas. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi salah satu tujuan utama dari program TMMD.
Warga Pulau Lepar pun mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Satgas TMMD yang telah membantu mewujudkan pembangunan yang selama ini mereka harapkan. Jalan yang kini sudah terbuka dan layak dilalui diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para petani dan pekebun.
Dengan selesainya berbagai pembangunan tersebut, program TMMD ke-127 di Pulau Lepar diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan Kabupaten Bangka Selatan.





