“Ibu-ibu harus telaten dalam pemenuhan gizi anak-anaknya. Tidak perlu makanan mewah, tetapi harus bergizi. Ini penting agar anak-anak kita bisa berprestasi dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-127 Kodim 0432/Basel, Letkol Inf Agus, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam upaya menurunkan angka stunting, khususnya di wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan TMMD.
Menurutnya, TMMD tidak hanya membangun jalan, sumur bor, dan infrastruktur desa lainnya, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan gizi keluarga.
“Harapannya, melalui kegiatan ini para orang tua, khususnya ibu-ibu, semakin memahami apa itu stunting, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mencegahnya dengan memberikan asupan gizi yang cukup bagi anak-anak maupun lansia,” jelasnya.
Ketua Tim Wasev TMMD ke-127, Mayjen TNI M. Muchidin, dalam kesempatan tersebut juga menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Ia menyampaikan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam membangun kualitas generasi bangsa.
Dengan adanya kegiatan bakti sosial ini, diharapkan angka stunting di Desa Penutuk dan wilayah Bangka Selatan secara umum dapat terus ditekan. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.





