“Kami tidak serta-merta menyimpulkan sebuah aliran sebagai sesat atau menyimpang. Harus melalui proses yang cermat, objektif, dan berdasarkan aturan yang berlaku. Semua pihak terkait akan dilibatkan dalam penilaian,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Tim Pakem juga menekankan pentingnya literasi keagamaan dan komunikasi terbuka di tengah masyarakat. Evi mengimbau agar warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Edukasi dan dialog dinilai menjadi kunci dalam membangun pemahaman bersama serta menjaga harmoni antarumat beragama.
Strategi penanganan apabila ditemukan indikasi penyebaran ajaran menyimpang juga turut dibahas. Fokus utama ke depan antara lain adalah memperkuat edukasi keagamaan di tingkat desa, meningkatkan koordinasi lintas sektoral, serta melakukan pemantauan secara berkelanjutan.
Seluruh rangkaian agenda Rakor Pakem berlangsung tertib dan penuh semangat kolaboratif. Para peserta menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan umat beragama di Bangka Selatan.
Melalui pendekatan persuasif, edukatif, dan berbasis data, Tim Pakem berharap seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga ketentraman wilayah. Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor jika menemukan aktivitas keagamaan yang mencurigakan atau bertentangan dengan norma dan ketentuan yang berlaku.





