Air bersih yang tersedia di lingkungan tempat tinggal diharapkan mampu mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh penggunaan air yang tidak higienis.
Proses pengerjaan sumur bor dilakukan secara gotong royong antara personel Satgas TMMD dan masyarakat setempat. Mulai dari tahap pengeboran, pemasangan pipa, hingga instalasi pendukung lainnya, semua dikerjakan bersama-sama.
Kebersamaan ini menjadi salah satu ciri khas pelaksanaan program TMMD, di mana TNI dan rakyat bekerja bahu-membahu demi kepentingan bersama.
Salah satu warga RT 14 Desa Penutuk, Pak Glamo, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas pembangunan sumur bor tersebut. Ia mengatakan bahwa keberadaan sumur bor titik ke-2 sangat dinanti oleh warga di lingkungannya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Satgas TMMD. Selama ini kami cukup kesulitan air, apalagi saat kemarau. Mudah-mudahan dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air kami bisa terpenuhi dengan lebih mudah,” katanya.
Dengan dibangunnya sumur bor titik ke-2 ini, diharapkan persoalan air bersih di RT 14 Desa Penutuk dapat teratasi secara bertahap. Satgas TMMD juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang.
Program TMMD ke-127 di Desa Penutuk sendiri tidak hanya menyasar pembangunan sarana air bersih, tetapi juga berbagai kegiatan fisik dan nonfisik lainnya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Melalui sinergi antara TNI dan warga, diharapkan kemanunggalan TNI-Rakyat semakin kokoh serta pembangunan di wilayah pedesaan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.





