“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga inflasi daerah agar tetap terkendali,” ujar Hefi.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, dan pihak distributor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga. Dengan kerja sama yang solid, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
“Kolaborasi ini memastikan stok tersedia, distribusi berjalan lancar, dan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan DKUKMINDAG Bangka Selatan, Era Fitrawati, menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan program rutin pemerintah daerah sebagai langkah antisipatif dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan bahan pokok di pasaran.
“Kami berharap pasar murah ini dapat membantu meringankan beban belanja masyarakat, meningkatkan daya beli, serta menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil,” ungkap Era.
Berbagai komoditas dijual dalam operasi pasar tersebut, di antaranya beras SPHP 5 kilogram seharga Rp59.000 dengan stok 350 karung, beras Kita Premium Rp76.000, gula pasir, tepung terigu, hingga kecap. Selain itu, tersedia pula komoditas hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kentang, tomat, wortel, dan bawang bombai dengan harga kompetitif.
Melalui Operasi Pasar Murah 2026, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, distribusi pangan semakin lancar, serta inflasi daerah dapat dikendalikan secara berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi nyata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Selatan.





