“Keberlanjutan program seperti ini penting sebagai solusi atas tantangan ekonomi dan pangan di pedesaan. Dengan pengelolaan koperasi yang baik serta pemanfaatan teknologi pertanian, koperasi akan menjadi pilar utama ketahanan nasional,” tambahnya.
Ketua Koperasi Merah Putih Desa Jeriji, Tedi, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalankan amanah dan mewujudkan koperasi yang maju dan bermanfaat bagi warga desa. Ia menyebut, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi fondasi utama dalam mengembangkan koperasi ini.
“Kami ingin koperasi ini sukses, maju, dan membawa manfaat besar bagi Desa Jeriji. Ini adalah bentuk nyata dari arahan Presiden Republik Indonesia untuk membangun ekonomi rakyat melalui koperasi desa,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program strategis nasional tersebut. Plt Kepala Disperindagkop Basel, Deka Indra, menilai program ini sejalan dengan upaya daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Pemerintah daerah menyambut baik pembangunan Koperasi Merah Putih. Ini merupakan langkah konkret dalam pemerataan ekonomi rakyat serta memperkuat semangat gotong royong menuju kemandirian ekonomi desa,” ujarnya.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Hadir dalam acara itu antara lain Kasi Intel Kejari Basel Primayuda Hutama, S.H., Kabag Log Polres Basel AKP Sehendra, Pasiter Kodim 0432/Basel Kapten Inf H.P. Aritonang, Danposmat TNI AL Peltu Paul Prisko, Posbinda Basel Edi Priyono, Kapolsek Toboali M. Syah, Plt Disperindagkop Deka Indra, tokoh masyarakat Desa Jeriji H. Ansory, serta masyarakat setempat.
Melalui sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, diharapkan Koperasi Desa Merah Putih menjadi pilar ekonomi baru di pedesaan yang mampu memperkuat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan.





