Program ini mengusung tiga fokus utama. Pertama, penguatan ketahanan masyarakat melalui pembentukan dan pengembangan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai basis pencegahan di tingkat akar rumput. Kedua, memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, dan dunia usaha dalam pelaksanaan program edukasi, deteksi dini, serta intervensi berbasis komunitas. Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi dan media digital untuk memperluas jangkauan kampanye anti-narkoba dan meningkatkan literasi masyarakat, terutama generasi muda, terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika.

Kepala BNN RI juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mewujudkan tiga komitmen penting: menjadikan lingkungan sebagai zona bersih dari narkoba, menjadikan keluarga sebagai benteng pertama pencegahan, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan solidaritas sosial sebagai kekuatan moral dalam menjaga masa depan bangsa.
> “Gerakan ini bukan sekadar program BNN, tetapi gerakan moral dan sosial seluruh warga Jakarta. Kita ingin menjadikan Jakarta sebagai kota yang kuat secara spiritual, sosial, dan nasional, bebas dari jeratan narkotika,” ujarnya.
Peluncuran program tersebut turut dihadiri oleh pejabat dari berbagai instansi pemerintah, aparat TNI dan Polri, tokoh masyarakat, serta perwakilan dunia pendidikan dan komunitas pemuda. Para peserta apel juga menandatangani komitmen bersama untuk mendukung “Jakarta Bersinar” — Jakarta Bersih Narkoba.
BNN berharap program “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” dapat menjadi model kolaborasi nasional yang bisa direplikasi di berbagai daerah. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, BNN optimistis bahwa gerakan ini akan menjadi langkah konkret menuju Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba), di mana setiap warga memiliki peran aktif menjaga lingkungan dan generasi muda dari ancaman narkotika.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia untuk melindungi masa depan negeri dari bahaya laten narkotika.





