“Tes kesehatan dilaksanakan oleh dokter dan tim medis yang ditunjuk oleh pemerintah daerah untuk memastikan kondisi kesehatan para calon Paskibraka. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan berdasarkan kondisi kesehatan peserta,” ujar Iyunk.
Ia juga menambahkan bahwa ketua tim kesehatan adalah Dr. Mieke yang juga merupakan mantan anggota Paskibraka. Hal tersebut dinilai menjadi nilai tambah karena memiliki pengalaman langsung terkait kebutuhan fisik dan kesiapan calon Paskibraka.
“Ketua tim kesehatan kami Dr. Mieke adalah seorang dokter yang juga mantan Paskibraka, sehingga beliau memahami kebutuhan serta standar kesehatan bagi calon Paskibraka yang nantinya akan bertugas di tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional,” tambahnya.
Selain tes kesehatan, peserta juga mengikuti seleksi parade yang melibatkan unsur TNI dan Polri sebagai tim penguji. Dalam seleksi ini, para peserta dinilai dari sikap, postur, kedisiplinan, serta kemampuan dasar baris-berbaris.
Adapun tim penguji parade terdiri dari SERDA Maryanto dari Posbinpotmar TNI AL Toboali, SERMA Budi Setiawan dari Kodim 0432 Bangka Selatan, serta Brigadir Aan Kurniawan dari Polres Bangka Selatan.
Iyunk menegaskan bahwa seluruh penguji bekerja secara profesional dan objektif sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Kami yakin para penguji bekerja secara objektif dan profesional. Kredibilitas mereka menjadi pertaruhan dalam proses seleksi ini, sehingga seluruh tahapan dipastikan berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Selanjutnya, sebanyak 56 peserta yang lolos akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya yaitu Tes Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 30 Maret 2026 mendatang.
Melalui proses seleksi yang ketat dan transparan ini, diharapkan dapat terpilih putra-putri terbaik Kabupaten Bangka Selatan yang memiliki kedisiplinan, semangat nasionalisme, serta kesiapan fisik untuk menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.





