Usai apel, tim patroli gabungan langsung melakukan penyisiran di sejumlah titik yang dinilai rawan. Sasaran patroli meliputi kawasan pasar, permukiman warga, hingga sepanjang bibir pantai dan jalan setapak menuju Tanjung Batu. Wilayah-wilayah tersebut disinyalir kerap dimanfaatkan sebagai lokasi transaksi narkoba oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Selain kegiatan patroli, BNNK Bangka Selatan juga melaksanakan upaya pencegahan nonpenal melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) bersama Seksi Rehabilitasi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penyebaran leaflet serta memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan pentingnya peran keluarga serta lingkungan dalam mencegah peredaran gelap narkotika.
Melalui dialog yang dilakukan secara humanis, masyarakat yang terpapar maupun terdampak penyalahgunaan narkoba diajak untuk tidak takut melapor dan mengikuti program rehabilitasi yang telah disediakan oleh BNN. Warga juga diimbau untuk berani melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungannya.
BNNK Bangka Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mengejar jaringan pengedar dan bandar narkoba yang masih beroperasi di wilayah Kampung Sukadamai dan sekitarnya. Hendra Amoer menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas sejumlah pelaku dan akan terus melakukan upaya penindakan bersama Polres Bangka Selatan.
“Kami tidak akan berhenti sampai Kampung Sukadamai benar-benar pulih dan terbebas dari ancaman narkoba. Identitas pengedar dan bandar sudah kami kantongi dan akan terus kami kejar bersama Polres Bangka Selatan,” pungkasnya.
Melalui patroli gabungan ini, diharapkan dapat tercipta rasa aman di tengah masyarakat, meningkatnya kesadaran akan bahaya narkoba, serta percepatan pemulihan Kampung Sukadamai sebagai lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari narkotika.





