Warga Pergam-Serdang Sampaikan Aspirasi di DPRD Basel, Sinergi TNI-Polri, Aksi Damai Berjalan Kondusif

Dalam pertemuan tersebut, tokoh masyarakat Pergam dan Serdang menyampaikan sejumlah aspirasi Permasalahan utama yang diangkat adalah terkait kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Kemis. Sungai ini menjadi sumber utama irigasi yang mengairi ratusan hektare sawah di dua desa, yakni Desa Pergam dan Desa Serdang. Kerusakan DAS dan adanya sengketa lahan di sekitar kawasan tersebut dituding menghambat aliran air, sehingga mengancam produktivitas pertanian masyarakat.Aspirasi tersebut diterima langsung oleh DPRD Basel, disaksikan Forkopimda dan pejabat OPD terkait.

Pengamanan aksi merujuk pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Aturan ini menjadi landasan agar masyarakat bebas menyuarakan aspirasi, namun tetap dalam koridor hukum.

Dandim 0432/Basel menekankan, pengawalan aksi merupakan bentuk sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas daerah. “Kami selalu berkoordinasi dengan Polri, pemerintah daerah, dan semua elemen masyarakat. Harapannya, setiap aspirasi bisa disampaikan secara damai, tanpa mengganggu ketertiban umum,” tambahnya.

Setelah audiensi selesai, sekitar pukul 12.00 WIB, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Tidak ada insiden yang mengganggu jalannya kegiatan. Jalan raya yang sempat digunakan untuk longmarch pun kembali normal, dan aktivitas masyarakat sekitar berjalan seperti biasa.

Apresiasi juga datang dari DPRD Bangka Selatan. Mereka menyampaikan terima kasih atas sikap dewasa warga dalam menyampaikan pendapat. Ketua DPRD menegaskan bahwa aspirasi akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan.

Kehadiran Forkopimda, pejabat OPD, serta tokoh masyarakat Pergam dan Serdang menambah suasana kondusif dalam kegiatan ini. Sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah diyakini menjadi kunci terciptanya stabilitas di Bangka Selatan.

Aksi damai ini sekaligus menunjukkan bahwa demokrasi di tingkat lokal dapat berjalan sehat, sepanjang semua pihak mengedepankan komunikasi dan musyawarah. Bagi aparat keamanan, keberhasilan pengawalan aksi tanpa insiden menjadi bukti bahwa pendekatan persuasif lebih efektif menjaga ketertiban.

Dengan berakhirnya aksi damai ini, masyarakat berharap aspirasi yang disampaikan tidak sekadar dicatat, tetapi ditindaklanjuti secara konkret oleh DPRD dan pemerintah daerah. Sementara itu, aparat keamanan berkomitmen terus menjaga suasana kondusif agar Bangka Selatan tetap aman, tertib, dan sejahtera.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *