TOBOALI, Radarnyamuk.com – Warga Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, digegerkan dengan dua peristiwa meninggalnya perempuan dalam waktu dua hari berturut-turut dengan kondisi berbeda. Kedua kasus ini sontak menjadi perbincangan hangat masyarakat Sukadamai hingga Tanjung Batu.
Peristiwa pertama terjadi pada Rabu, 3 September 2025. Seorang perempuan berinisial KS (55) ditemukan tidak bernyawa di dalam parit(Selokan) Gang Kubur, Sukadamai, sekitar pukul 11.30 WIB. Penemuan mayat ini pertama kali dilaporkan warga yang melihat tubuh korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa, dengan luka di bagian wajah serta darah. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan kepada pihak kepolisian.
Keesokan harinya, Kamis, 4 September 2025, warga Toboali kembali digemparkan dengan kabar duka. Kali ini seorang perempuan berinisial MG (33), warga Tanjung Batu, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di rumahnya. Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh anak korban sekitar pukul 08.00 WIB. Di lokasi kejadian, polisi menemukan sepucuk surat yang diduga ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya.
Kedua jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh, Bangka Selatan, untuk dilakukan visum dan otopsi oleh Tim Inafis Polres Bangka Selatan serta tim dokter forensik dari Biddokkes Polda Bangka Belitung.
Hasil Otopsi Kasus Pertama
Dokter Forensik Biddokkes Polda Bangka Belitung, dr. Suroto, didampingi Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Raja Taufik Ikrar Buntani, mengungkapkan hasil pemeriksaan jenazah KS. Menurutnya, korban mengalami luka terbuka pada kepala dan wajah akibat hantaman benda tumpul.
“Dari hasil otopsi, terdapat luka robek dan memar pada wajah,Ada luka terbuka di bagian Kepala serta wajah karena memar, dan hasil otopsi tadi disebabkan oleh benda tumpul. Selain itu, ditemukan pendarahan pada otot kepala baik di sisi kiri, kanan, maupun belakang. Pendarahan pada otak inilah yang menjadi penyebab kematian,” jelas dr. Suroto, Kamis (4/9/2025).





