Kami ingin menanamkan kepada mereka bahwa untuk bersedekah tidak harus menunggu menjadi kaya,” ujar Dody.
Ia juga menambahkan bahwa sekolah selalu mengajak para siswa untuk belajar berbagi dari hal-hal kecil. Bahkan dengan menyisihkan uang dalam jumlah kecil sekalipun, jika dilakukan dengan ikhlas, sudah menjadi bentuk sedekah yang bernilai.
“Kami selalu menyampaikan kepada murid bahwa dengan menyisihkan sekecil apa pun, bahkan Rp2.000 yang kamu sisihkan dengan ikhlas, itu sudah menjadikanmu orang yang bersedekah,” tambahnya.
Selain pembagian takjil, kegiatan santunan anak yatim juga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Melalui santunan ini, sekolah berharap dapat membantu meringankan beban sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan, terutama di bulan penuh berkah seperti Ramadan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh guru, siswa, serta pihak sekolah. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dalam keluarga besar SD Negeri 18 Pangkalpinang.
Melalui program “18 Care”, pihak sekolah berharap kegiatan berbagi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di masa mendatang.
“Kami berharap ke depan SDN 18 Pangkalpinang dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, sehingga semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus mengalir,” tutup Dody.
Program ini pun mendapat sambutan positif dari para siswa maupun masyarakat sekitar, yang menilai kegiatan tersebut sebagai langkah nyata dalam menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan serta memperkuat semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan.





