Setelah menyampaikan aspirasi secara bergantian, perwakilan warga diterima anggota DPRD Bangka Selatan dalam audiensi di ruang rapat dewan. Pertemuan ini membahas langsung keluhan masyarakat sekaligus mencari solusi bersama.
Sekitar pukul 12.00 WIB, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Kawasan Halaman Dprd Basel yang sempat dipakai untuk longmarch kembali normal, dan aktivitas masyarakat sekitar berlangsung lancar. Tidak ada insiden yang mengganggu jalannya kegiatan.
DPRD Bangka Selatan mengapresiasi sikap dewasa warga dalam menyampaikan pendapat serta menegaskan aspirasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan daerah. Kehadiran unsur Forkopimda, pejabat OPD, serta tokoh masyarakat juga turut menjaga suasana tetap kondusif.
Sinergi TNI, Polri, Satpol PP, dan pemerintah daerah disebut menjadi kunci terciptanya stabilitas selama aksi berlangsung. Keberhasilan pengamanan tanpa insiden ini sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan humanis aparat mampu menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
Warga berharap aspirasi yang disampaikan tidak hanya didengar, tetapi benar-benar ditindaklanjuti secara nyata oleh DPRD dan pemerintah daerah. Dengan begitu, aksi damai ini menjadi momentum memperkuat demokrasi lokal melalui komunikasi dan musyawarah.





