Menurut Asep, sinergi antara Satpol PP, dinas kesehatan, serta instansi terkait lainnya menjadi kunci dalam menciptakan penanganan ODGJ yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan peningkatan SPM ini, diharapkan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait standar penanganan yang tepat.
“Penanganan ODGJ tidak hanya soal penertiban, tetapi juga bagaimana memastikan mereka mendapatkan haknya dalam pelayanan kesehatan dan perlindungan sosial,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan sisi kemanusiaan, sehingga ODGJ dapat ditangani tanpa menimbulkan stigma negatif di tengah masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi Satpol PP untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini penting guna memastikan setiap penanganan ODGJ dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, koordinasi antarinstansi semakin solid sehingga penanganan ODGJ di Bangka Selatan dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan serta instansi terkait lainnya. Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan upaya peningkatan pelayanan kesehatan jiwa dapat berjalan lebih maksimal.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam penanganan ODGJ berat. Melalui sinergi yang kuat antara Satpol PP, dinas kesehatan, dan instansi lainnya, diharapkan pelayanan terhadap ODGJ dapat semakin baik serta mampu memberikan dampak positif bagi ketertiban dan kesejahteraan masyarakat.





