Perkuat Edukasi Kesehatan Remaja, Dinkes Basel Gelar Sosialisasi Pencegahan HIV

Sementara itu, pada periode Januari hingga September 2025, ditemukan 12 kasus HIV baru, dengan 8 orang menjalani pengobatan dan 4 orang meninggal dunia.

Menurut Slamet, data tersebut menunjukkan bahwa HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan nyata di masyarakat dan tidak dapat dianggap sebagai isu yang jauh dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi kalangan remaja.

“HIV/AIDS bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan pengetahuan, sikap, dan perilaku. Kurangnya pemahaman sering menimbulkan stigma dan kesalahpahaman, yang justru dapat memperburuk situasi,” jelasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, para siswa mendapatkan edukasi mengenai pengertian HIV/AIDS, cara penularan, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya membangun perilaku hidup sehat dan memilih pergaulan yang positif. Para narasumber juga mengajak pelajar untuk berani mengatakan tidak terhadap perilaku berisiko yang dapat membahayakan masa depan mereka.

Pihak sekolah SMA Muhammadiyah Toboali menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sosialisasi semacam ini dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Edukasi kesehatan dinilai sangat penting sebagai upaya preventif sejak dini agar pelajar memiliki bekal pengetahuan yang cukup dalam menghadapi dinamika pergaulan remaja.

Dengan adanya kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan berharap dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga diri, menghargai kesehatan, serta berperan aktif dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *