Menurutnya, kehadiran Persit di tengah masyarakat diharapkan dapat mempererat hubungan emosional antara TNI dan warga desa.
“Tugas kami adalah memberikan semangat kepada Satgas TMMD serta membangun kedekatan dengan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran TNI melalui TMMD tidak hanya dirasakan dari hasil pembangunan fisik, tetapi juga dari sisi sosial dan kemanusiaan,” ujar Ny. Laras saat meninjau lokasi TMMD di Desa Penutuk.
Ia menambahkan, Persit juga berperan dalam memberikan edukasi kepada kaum ibu dan anak-anak, khususnya terkait kesehatan keluarga, pola hidup bersih dan sehat, serta pentingnya peran perempuan dalam mendukung pembangunan desa. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kualitas hidup yang lebih baik.
Masyarakat Desa Penutuk menyambut positif keterlibatan Persit dalam TMMD. Kehadiran ibu-ibu Persit dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih akrab dan hangat, sehingga interaksi antara warga dan Satgas TMMD berjalan lebih harmonis. Warga pun merasa lebih terbuka untuk menyampaikan aspirasi maupun kebutuhan mereka.
Dengan sinergi antara TNI, Persit, dan masyarakat, pelaksanaan TMMD di Desa Penutuk diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat, tetapi juga meninggalkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong yang berkelanjutan.





