Kapal Perang Jadi Transportasi Mudik, Program Gratis Pemprov Babel Dan TNI AL Bersinergi, Mudik Gratis Lebaran Siap Layani dan Bantu Ribuan Warga Pulang Kampung

PANGKALPINANG, Radarnyamuk.com ,— Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat perantauan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada warga yang ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga.

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan publik sekaligus membantu masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

Terlebih pada momentum Lebaran, kebutuhan transportasi biasanya meningkat sehingga ketersediaan tiket kerap menjadi kendala bagi sebagian masyarakat.

Melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Laut, para pemudik akan difasilitasi menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang disiapkan khusus untuk melayani perjalanan menuju wilayah Bangka Belitung.

Kapal tersebut memiliki kapasitas angkut yang cukup besar sehingga diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang ingin pulang kampung.

Tidak hanya melayani arus mudik, program ini juga menyediakan fasilitas arus balik bagi masyarakat yang ingin kembali ke Jakarta setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman.

Dengan demikian, masyarakat dapat merencanakan perjalanan pulang dan kembali ke tempat perantauan dengan lebih mudah dan terjangkau.

Dalam program ini, masyarakat dapat mendaftarkan diri secara daring dengan membawa anggota keluarga bahkan kendaraan pribadi. Pendaftaran telah dibuka secara online mulai tanggal 11 hingga 14 Maret 2026 sehingga masyarakat dapat mengakses layanan ini secara praktis tanpa harus datang langsung ke lokasi pendaftaran.

Adapun jadwal keberangkatan arus mudik direncanakan pada tanggal 16 hingga 17 Maret 2026 dengan rute Belinyu atau Tanjung Gudang di Pulau Bangka menuju Tanjung Batu di Pulau Belitung. Setelah itu, perjalanan akan dilanjutkan dari Belitung menuju Jakarta pada tanggal 17 hingga 18 Maret 2026.

Kapal perang yang digunakan dalam program ini diperkirakan mampu mengangkut sekitar 1.200 penumpang dalam satu kali perjalanan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *