Insiden MB Pelabuhan Sadai,Ada Dugaan Aktivitas Bongkar Muat dan Pengawasan Jadi Perhatian

Sadai, Radarnyamuk.com – Ambruknya Movable Bridge (MB) atau jembatan sandar kapal feri di Pelabuhan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi perhatian masyarakat.

Selain menyebabkan terganggunya layanan penyeberangan feri rute Sadai–Tanjung Ru, Belitung, insiden tersebut juga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kondisi infrastruktur, pemeliharaan, serta pengawasan terhadap fasilitas pelabuhan yang menjadi salah satu akses transportasi penting di wilayah tersebut.

Akibat ambruknya MB, operasional kapal feri untuk sementara dihentikan hingga proses perbaikan selesai. Informasi yang beredar menyebutkan rehabilitasi fasilitas tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1 miliar, sementara waktu penyelesaiannya masih menunggu hasil kajian teknis.

Di tengah pembahasan mengenai penyebab ambruknya MB, beredar sebuah foto yang diduga memperlihatkan aktivitas bongkar muat komoditas sawit menggunakan tongkang dan truk di kawasan pelabuhan.

Foto tersebut ramai diperbincangkan karena disebut-sebut diambil di lokasi yang sama dengan area MB yang kini mengalami kerusakan.

Beredarnya foto itu memunculkan spekulasi di tengah masyarakat mengenai kemungkinan adanya aktivitas bongkar muat yang dapat memengaruhi kondisi konstruksi.

Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan adanya hubungan antara aktivitas tersebut dengan penyebab ambruknya MB.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Benny Supratama, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa kerusakan pada MB terjadi akibat faktor usia bangunan.

“Ambruknya itu faktor usia,” ujar Benny saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *