Menurutnya, mayoritas warga Desa Penutuk menggantungkan hidup dari sektor perkebunan dan pertanian. Komoditas seperti lada, karet, dan hasil kebun lainnya menjadi sumber utama penghasilan masyarakat. Dengan terbukanya akses jalan baru, distribusi hasil bumi menjadi lebih cepat dan biaya transportasi dapat ditekan secara signifikan.
Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Agus Wicaksono, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tersebut merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Program TMMD, kata dia, dirancang untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah-wilayah terpencil sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan jalan ini bukan sekadar membuka akses fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Kami berharap jalan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan taraf hidup warga,” ungkap Letkol Agus.
Ia menambahkan, dalam proses pengerjaan, Satgas TMMD juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan pembangunan tepat waktu.
“Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Kami bekerja bersama, saling membantu, dan membangun kebersamaan. Inilah esensi dari TMMD, yaitu kemanunggalan TNI dan rakyat,” tambahnya.
Selain memperlancar arus transportasi hasil pertanian, keberadaan jalan baru ini juga diharapkan mempermudah akses warga terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Anak-anak sekolah kini tidak lagi kesulitan menempuh perjalanan, sementara kendaraan pengangkut logistik dapat masuk hingga ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Dengan selesainya pembangunan jalan sepanjang 5,5 kilometer tersebut, Desa Penutuk kini memiliki harapan baru untuk berkembang lebih pesat. Akses yang terbuka diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Program TMMD ke-127 pun kembali membuktikan komitmennya sebagai motor penggerak pembangunan desa, menghadirkan perubahan nyata dan membawa harapan bagi masyarakat di pelosok negeri.





