Mubes II kali ini turut dihadiri oleh Gubernur Bangka Belitung, Datuk Panglima Hidayat Asrani, yang hadir langsung untuk membuka acara. Dalam pidatonya, ia menyoroti pentingnya peran organisasi masyarakat seperti IKM Babel dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
“Saya berharap IKM Babel tidak hanya menjadi forum silaturahmi semata, tetapi juga mampu melahirkan ide, inisiatif, dan aksi nyata yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung,” tegas Datuk Panglima. Ia juga memaparkan sejumlah capaian positif Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dalam dua bulan terakhir, terutama dalam aspek pertumbuhan ekonomi yang mulai menunjukkan tren peningkatan. Gubernur pun mengajak IKM Babel untuk menjadi mitra strategis dalam menjaga dan memperkuat momentum tersebut.

Salah satu momen simbolis dalam acara adalah prosesi tabuhan rebana sebagai penanda pembukaan resmi Mubes II. Suasana pemilihan pengurus berlangsung dalam nuansa demokratis namun penuh kekeluargaan, mencerminkan kedewasaan berorganisasi warga Babel di perantauan. Riuh tepuk tangan mengiringi pengesahan kembali Datuk Away dan Datuk Rizani, menandai dukungan penuh dari para peserta atas kepemimpinan mereka.
Para peserta Mubes berasal dari berbagai organisasi masyarakat dan paguyuban daerah asal Bangka Belitung yang berada di Jabodetabek. Beberapa tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan lembaga mitra juga hadir sebagai peninjau. Kehadiran mereka memperkuat semangat kolaboratif dan membuka peluang kerja sama lintas sektor ke depan.

Acara ditutup dengan jamuan makan siang dan sesi ramah tamah, yang menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota dan menyatukan visi dalam membangun masa depan organisasi. Banyak peserta menyampaikan harapan agar IKM Babel semakin kuat menjadi motor penggerak solidaritas, kontribusi sosial, dan pemberdayaan masyarakat perantauan asal Bangka Belitung.
Dengan berakhirnya Mubes II ini, IKM Babel menatap tiga tahun ke depan dengan semangat baru. Fokus utama kepengurusan baru adalah memperluas jaringan, mengoptimalkan program pemberdayaan, serta memperkuat peran IKM Babel dalam menjembatani aspirasi warga Babel di perantauan dengan pembangunan di kampung halaman.





