TOBOALI, Radarnyamuk.com — Polres Bangka Selatan menegaskan bahwa tidak ada permintaan sumbangan ataupun bantuan dalam bentuk apa pun kepada masyarakat terkait peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026 mendatang.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto sebagai langkah pencegahan terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan institusi kepolisian maupun pejabat di lingkungan Polres Bangka Selatan.
Menurut Kapolres, saat ini terdapat potensi penyalahgunaan momen peringatan Hari Bhayangkara oleh oknum tidak bertanggung jawab yang mencoba mencari keuntungan dengan cara menipu masyarakat. Modus yang digunakan beragam, mulai dari menghubungi korban melalui telepon, pesan singkat, hingga mendatangi langsung dengan mengaku sebagai anggota Polri.
“Kami tegaskan kepada seluruh masyarakat Bangka Selatan bahwa tidak ada kegiatan dari Polres Bangka Selatan yang meminta sumbangan atau bantuan dalam bentuk apa pun untuk peringatan Hari Bhayangkara. Jika ada pihak yang mengatasnamakan Kapolres, Kasat, atau anggota Polres, itu sudah dapat dipastikan bukan dari kami,” ujar AKBP Agus Arif Wijayanto.
Ia menjelaskan, Polres Bangka Selatan tidak pernah memberikan instruksi kepada personel untuk melakukan penggalangan dana kepada masyarakat maupun pelaku usaha. Seluruh kegiatan resmi kepolisian, termasuk peringatan Hari Bhayangkara, dilaksanakan sesuai prosedur dan tidak membebani masyarakat.
Kapolres menekankan pentingnya kewaspadaan publik dalam menyikapi berbagai bentuk komunikasi yang mencurigakan. Masyarakat diminta untuk tidak langsung percaya apabila menerima permintaan bantuan yang mengatasnamakan institusi kepolisian tanpa adanya klarifikasi resmi.





