Upaya konfirmasi kepada pihak kontraktor di lapangan tidak membuahkan hasil. Perwakilan PT Sinar Habib Agung Putra memilih enggan memberikan keterangan resmi terkait progres maupun kejelasan teknis pembangunan di lapangan.
Keterangan justru datang dari Kepala Desa Tukak, Holbi. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengawas Koperasi Merah Putih tersebut membenarkan besaran alokasi dana yang dialokasikan pusat untuk wilayahnya.
“Anggaran pengerjaan fisiknya Rp13 miliar, ditambah dengan alat lainnya nanti. Kita juga berharap pengerjaan KNMP ini maksimal sesuai apa yang kita harapkan,” kata Holbi saat dihubungi, Senin, 27 Juli 2026.
Holbi menjelaskan, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih yang nantinya dikelola melalui wadah Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menopang perekonomian masyarakat pesisir di Desa Tukak.
Meski demikian, minimnya keterbukaan dari pelaksana proyek memicu sorotan warga lokal. Sejumlah warga menyayangkan sikap tertutup penyedia jasa, mengingat proyek infrastruktur tersebut menggunakan dana publik yang menuntut keterbukaan informasi kepada masyarakat penerima manfaat. (Red)





