DPPKB Basel Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Tangani (ODGJ)

Lebih lanjut, dr. Agus menyampaikan bahwa permasalahan kesehatan jiwa, termasuk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza), merupakan isu yang kompleks. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga hingga stabilitas sosial di masyarakat.

Ia juga mengungkapkan bahwa peningkatan kasus gangguan jiwa menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif yang lebih masif, termasuk intervensi dini guna menekan angka kasus di masa mendatang.

“Upaya pencegahan dan penanggulangan tidak bisa hanya menjadi tugas dinas kesehatan saja, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap dapat memperkuat mutu pelayanan kesehatan jiwa, memperluas jangkauan layanan, serta membangun sinergi lintas sektor yang lebih solid. Dengan demikian, penanganan ODGJ berat dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan efektif.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjamin setiap ODGJ berat memperoleh pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, dan rehabilitasi secara layak, menyeluruh, dan berkesinambungan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif, serta memperkuat komitmen bersama dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Bangka Selatan,” tutup dr. Agus.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan serta berbagai pemangku kepentingan terkait lainnya. Dengan adanya sinergi yang kuat antarinstansi, diharapkan lahir langkah-langkah konkret dalam meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa di daerah.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan optimistis bahwa melalui kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, pelayanan terhadap ODGJ berat akan semakin optimal.

Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat dan harmonis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *