Dikira Rongsokan, Ternyata 14,95 Ton Timah! Pengiriman ke Jakarta Digagalkan

PANGKALPINANG, Radarnyamuk.com – Upaya pengiriman komoditas timah yang diduga tidak dilengkapi legalitas melalui jalur laut kembali berhasil digagalkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Satlap Tri Cakti bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkal Balam mengamankan sekitar 14,95 ton bijih dan balok timah yang diduga hendak dikirim ke Jakarta menggunakan kapal KM Sewidu.
Pengungkapan tersebut dilakukan pada Selasa (28/7/2026) di kawasan Pelabuhan Pangkal Balam, Pangkalpinang.

Pengamanan ini bermula dari informasi intelijen terkait dugaan aktivitas perdagangan dan pengiriman bijih serta balok timah yang tidak dilengkapi dokumen legalitas sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Satlap Tri Cakti bersama KSOP Pangkal Balam dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah muatan yang berada di kawasan pelabuhan. Petugas memeriksa dua unit truk yang diduga membawa komoditas timah tersebut.

Dalam pemeriksaan, petugas menemukan muatan berupa bijih timah kering dan balok timah dalam jumlah besar. Sebanyak 159 kampil bijih timah kering ditemukan dengan estimasi berat mencapai 7.950 kilogram atau sekitar 7,95 ton.

Selain itu, petugas juga menemukan balok timah dengan berbagai jenis dan ukuran. Komoditas tersebut dikemas menggunakan empat jumbo bag dengan estimasi berat sekitar 7.000 kilogram atau 7 ton.

Jika digabungkan, total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai sekitar 14.950 kilogram atau 14,95 ton. Komoditas tersebut diduga akan diberangkatkan melalui jalur laut dari Pelabuhan Pangkal Balam menuju Jakarta.

Dalam pemeriksaan, petugas juga menemukan dugaan modus penyamaran terhadap muatan timah. Bijih dan balok timah tersebut diduga dicampur dengan berbagai jenis rongsokan, di antaranya plastik dan kardus.

Muatan diangkut menggunakan dua unit truk dan komoditas timah ditempatkan di antara barang-barang lainnya. Pola tersebut diduga dilakukan untuk menyamarkan keberadaan timah agar tidak mudah terdeteksi saat proses pengiriman.

Namun, modus tersebut berhasil terbongkar setelah informasi intelijen ditindaklanjuti dengan pemeriksaan di kawasan Pelabuhan Pangkal Balam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *