BENGKALIS, Radarnyamuk.com – Dugaan masuknya berbagai barang ilegal dari Malaysia melalui perairan Pulau Bengkalis, Provinsi Riau, kembali menjadi sorotan. Aktivitas yang disebut telah berlangsung cukup lama tersebut diduga masih terus berjalan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait keseriusan aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam melakukan pengawasan serta penindakan.
Salah seorang warga, Afrizal, menilai berbagai informasi mengenai dugaan masuknya barang ilegal melalui jalur laut Bengkalis telah banyak beredar di ruang publik.
Menurutnya, saat ini diperlukan langkah nyata dari aparat terkait untuk memastikan kebenaran informasi tersebut sekaligus mengambil tindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.
“Saya rasa informasi dan data yang tersebar di berbagai media sudah jelas. Sekarang hanya tinggal, apakah aparat terkait serius untuk memberantasnya atau tidak. Kalau tidak, patut kita duga ada kekuatan besar yang melindungi kegiatan tersebut,” kata Afrizal, Rabu (29/7).
Ia meminta pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan dan penindakan memastikan seluruh barang impor yang masuk ke Bengkalis tercatat dan terdata secara transparan.
Menurutnya, pengawasan yang baik tidak hanya bertujuan mencegah peredaran barang ilegal, tetapi juga dapat mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan pajak impor.
“Selain penerimaan pajak impor untuk pemasukan pusat dan daerah, kita berharap kegiatan importir yang legal bisa bermanfaat untuk masyarakat.
Namun kalau ilegal, di samping pemerintah dirugikan, masyarakat di daerah juga dirugikan,” ujarnya.
Afrizal juga meminta Bea dan Cukai Kabupaten Bengkalis memberikan penjelasan secara transparan terkait barang-barang impor yang masuk, khususnya dari Malaysia.
Ia menilai pengawasan harus dilakukan secara berlapis untuk memastikan barang yang diperbolehkan masuk telah memenuhi ketentuan perundang-undangan.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, kapal-kapal yang diduga membawa barang ilegal disebut masih terlihat beraktivitas di perairan Bengkalis. Jika sebelumnya kapal-kapal tersebut disebut masuk secara bersamaan, kini aktivitasnya diduga dilakukan secara bergantian.





