Cuaca Ekstrem Picu Banjir, Thorcon Turun Langsung Bantu Warga Bangka Tengah

Meski ketinggian air mulai berangsur turun sejak Minggu (11/1/2026), genangan masih bertahan di beberapa titik dan berdampak pada aktivitas masyarakat.

Salah satu ruas jalan utama yang menghubungkan Desa Lubuk Linguk dengan pusat Kecamatan Lubuk Besar dilaporkan lumpuh total.

Ketinggian air di lokasi tersebut bahkan mencapai dada orang dewasa, membuat jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini menyebabkan distribusi logistik dan mobilitas warga menjadi sangat terbatas.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sedikitnya 148 kepala keluarga terdampak banjir.

Proses pendataan masih terus diperbarui seiring perubahan kondisi di lapangan. Sejumlah warga Desa Lubuk Pabrik hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian, sementara warga Desa Lubuk Linguk dan Desa Lubuk Besar mulai kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya genangan air.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh sistem drainase di sejumlah wilayah yang tidak mampu menampung peningkatan debit air hujan. Akibatnya, air meluap ke jalan utama dan kawasan permukiman warga.

“Kondisi cuaca saat ini masih ekstrem. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama yang berada di daerah rawan banjir,” kata Algafry.

Dalam penanganan darurat, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari unsur TNI-Polri, BPBD, relawan, hingga sektor swasta.

Sejumlah langkah telah dilakukan, di antaranya pendirian posko darurat dan dapur umum, distribusi paket sembako, serta penyediaan suplai air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi alur sungai yang mengalami penyempitan.

Upaya ini dilakukan guna mempercepat aliran air dan mengurangi potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Hingga berita ini disusun, penanganan darurat masih terus berlangsung dengan fokus pada pemulihan akses transportasi, pendataan kerusakan rumah warga, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, sembari memantau perkembangan kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Lubuk Besar. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *