Dalam pidato yang dibacakan Wabup Debby, Kepala BPIP menyampaikan bahwa Pancasila merupakan jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi yang begitu cepat hingga dinamika geopolitik dunia yang terus berubah.
“Pancasila adalah jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya telah membuktikan kemampuannya menyatukan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan kelompok etnis dalam satu ikatan kebangsaan Indonesia,” ujar Debby saat membacakan amanat tersebut.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Peran aktif Indonesia dalam berbagai misi perdamaian dunia, termasuk pengiriman pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), upaya mediasi konflik regional, hingga perjuangan mendukung kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih terjajah, menjadi bentuk nyata implementasi nilai-nilai Pancasila dalam hubungan internasional.
Pada kesempatan itu, generasi muda juga diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup. Artinya, nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi juga diterapkan dalam tindakan nyata, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat.
Selain itu, para kepala daerah dan pemangku kebijakan diingatkan agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan selalu berlandaskan nilai keadilan sosial, menjamin hak-hak seluruh masyarakat, serta memperkuat upaya melawan intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Menutup amanatnya, Wabup Debby mengajak seluruh masyarakat Bangka Selatan untuk terus menjaga persatuan dalam keberagaman serta mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap aspek kehidupan.
Upacara pun berlangsung dengan penuh semangat nasionalisme sebagai wujud komitmen bersama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).





