
Komandan Kodim 0432/Bangka Selatan, Letkol Inf Agus Wicaksono, mengatakan bahwa pemilihan Pulau Lepar sebagai lokasi pelaksanaan TMMD bukan tanpa alasan. Menurutnya, wilayah kepulauan yang relatif terpencil tersebut membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal akses infrastruktur yang memadai.
“Keterisolasian wilayah menjadi salah satu kendala utama bagi mobilitas masyarakat. Melalui program TMMD ini, kami ingin membantu membuka akses yang lebih baik sehingga masyarakat lebih mudah menuju sawah, kebun, maupun pusat aktivitas lainnya,” ujar Letkol Inf Agus Wicaksono, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan bahwa pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu mempermudah para petani dalam mengangkut hasil panen dari sawah dan kebun menuju desa maupun pasar. Dengan akses jalan yang lebih baik, biaya transportasi dapat ditekan dan hasil pertanian masyarakat bisa lebih cepat dipasarkan.
Program TMMD yang berlangsung selama satu bulan ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Warga bersama anggota TNI terlihat bergotong royong dalam berbagai kegiatan pembangunan, mulai dari pengerjaan jalan hingga perbaikan fasilitas umum.
Kebersamaan antara TNI dan masyarakat tersebut menjadi salah satu nilai penting dalam pelaksanaan TMMD, yakni memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Bagi masyarakat Pulau Lepar, pembangunan ini merupakan harapan lama yang akhirnya mulai terwujud. Mereka berharap keberadaan infrastruktur yang lebih baik dapat mendorong peningkatan perekonomian desa serta membuka peluang baru bagi pengembangan sektor pertanian dan perkebunan.
Dengan capaian pembangunan yang telah mencapai 90 persen, Satgas TMMD optimistis seluruh target pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pulau Lepar di masa mendatang.





