“Dalam menjalankan tugas, kita tidak hanya membutuhkan ikhtiar dan kerja keras, tetapi juga doa dan penguatan spiritual. Mari jadikan Istighosah ini sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi, saling menguatkan, serta memohon agar setiap langkah dan tugas yang kita jalankan diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan oleh Allah SWT,” ujar Ade.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Suryadi Abu Sa’id mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam setiap aktivitas, termasuk dalam bekerja dan menjalankan amanah. Rezeki dan segala yang dimiliki hendaknya dimanfaatkan untuk kebaikan serta mendukung pelaksanaan ibadah kepada Allah SWT.

“Luruskan niat dalam berkerja dan beraktivitas dengan tujuan untuk beribadah. Jadikan apa yang kita miliki sebagai jalan untuk beribadah dan memberikan manfaat kepada sesama. Mari kita bangun tiga semangat dalam kehidupan, yaitu semangat bersaudara, semangat membantu sesama, dan semangat menjadi solusi,” tutur Ustadz Suryadi.
Pesan tersebut menjadi penguatan bagi jajaran agar nilai-nilai spiritual tidak hanya diterapkan dalam kehidupan pribadi, tetapi juga tercermin dalam pelaksanaan tugas dan hubungan antarsesama. Semangat saling membantu dan menjadi solusi diharapkan dapat membangun lingkungan kerja yang harmonis, peduli, dan saling mendukung.
Melalui kegiatan Istighosah, Kanwil Ditjenpas Babel terus mendorong keseimbangan antara profesionalitas dalam menjalankan tugas dengan penguatan keimanan dan spiritualitas. Hal tersebut diharapkan menjadi landasan bagi jajaran dalam memberikan pelayanan serta melaksanakan tugas Pemasyarakatan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.





