“Peringatan HUT RI adalah momen penting bernegara sekaligus penghormatan kepada negara. Rangkaian perayaan HUT RI seperti pawai dan karnaval juga sudah menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat kita. Oleh karena itu, meski dalam kondisi keterbatasan anggaran, kami menyepakati bahwa Basel akan tetap menggelar perayaan di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Evi menyampaikan bahwa pelibatan dunia usaha bukan semata-mata soal kontribusi finansial, tetapi juga untuk membangun keterhubungan sosial antara pelaku usaha dan masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pedagang kecil, pelaku UMKM, dan sektor informal lainnya.
“Kita berharap perayaan ini juga berdampak positif ke pelaku usaha dan pedagang kecil. Jadi mohon doa dari semua agar berjalan lancar dan meriah,” imbuhnya.
Selain pawai dan karnaval, Pemkab Basel juga tengah menyiapkan berbagai kegiatan lain seperti lomba rakyat, bazar UMKM, pertunjukan seni budaya lokal, dan malam hiburan rakyat yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah daerah berharap peringatan HUT ke-80 RI tahun ini menjadi momentum yang tidak hanya menggugah semangat nasionalisme, tetapi juga mempererat ikatan sosial, membangun kebanggaan daerah, serta mendorong geliat ekonomi lokal.
Dengan semangat gotong royong dan keterlibatan semua pihak, Pemkab Basel optimis perayaan HUT RI ke-80 akan menjadi salah satu momen bersejarah yang berkesan bagi masyarakat Bangka Selatan.





