Ia beberapa kali meminta lokasi kantor media melalui fitur share location karena ingin mengantarkan langsung surat klarifikasi dalam bentuk fisik sehingga miskomunikasi.
“Saya meminta share location kantor media karena ingin mengantar hard copy surat permintaan klarifikasi. Karena suasana pekerjaan yang cukup padat dan tekanan pekerjaan saat itu, nada suara saya menjadi tinggi. Namun setelah saya menyadari hal tersebut, saya langsung meminta maaf kepada Saudara Dion,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kalimat yang disampaikannya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai ancaman ataupun upaya membatasi kemerdekaan pers.
“Saya tidak pernah berniat menghalangi tugas wartawan, mengintimidasi, ataupun membatasi kebebasan pers. Saya sangat menghormati profesi wartawan karena memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi,” tegasnya.
Ismail juga mengungkapkan bahwa permintaan maaf yang disampaikannya saat percakapan telepon diterima dengan baik oleh Dion. Bahkan, menurutnya, keduanya saling meminta maaf setelah menyadari telah terjadi miskomunikasi.
“Saya meminta maaf kepada Saudara Dion dan beliau memaafkan saya. Kami bahkan saling meminta maaf karena sama-sama menyadari telah terjadi miskomunikasi melalui telepon akibat perbedaan penafsiran dalam diskusi tersebut,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Ismail kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan pers apabila peristiwa tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan.
“Saya kembali memohon maaf kepada seluruh rekan-rekan wartawan apabila komunikasi ini menimbulkan rasa tidak nyaman. Kami sangat menghormati dan menjunjung tinggi kebebasan pers. Langkah yang kami lakukan semata-mata merupakan penggunaan hak jawab terhadap pemberitaan yang kami nilai belum berimbang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hak jawab merupakan mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Pers dan menjadi jalur yang ditempuh Kanwil Kemenkum Babel untuk memberikan penjelasan terhadap pemberitaan yang berkembang.
Sementara itu, forum yang difasilitasi KBO Babel berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog bagi semua pihak untuk menyampaikan penjelasan secara langsung, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga hubungan yang harmonis antara pemerintah dan insan pers dengan tetap menghormati kebebasan pers, hak jawab, serta etika komunikasi yang baik.





