Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya dampak negatif media sosial apabila digunakan tanpa kontrol dan etika. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber (cyber bullying), kecanduan media sosial, hingga menurunnya kepedulian sosial menjadi tantangan nyata yang harus dipahami oleh generasi muda.
Kapten Slamet Riyadi menekankan pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial, seperti berhati-hati dalam mengunggah informasi, tidak mudah terpancing provokasi, serta mampu menyaring setiap informasi sebelum membagikannya kembali.
“Jejak digital akan selalu ada. Karena itu, gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat dan membangun citra positif diri sendiri maupun lingkungan,” tambahnya.
Para peserta KKRI tampak antusias mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Suasana interaktif terlihat saat peserta diberikan contoh kasus terkait penggunaan media sosial serta diajak berdiskusi mengenai dampak positif dan negatif perkembangan dunia digital bagi kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta mampu menjadi generasi muda yang cerdas digital, memiliki etika dalam bermedia sosial, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk berkarya, berprestasi, dan memberikan pengaruh positif bagi masyarakat.
(*/Red/Luise).





