Dalam kebijakan publik, Jimmy memberi perhatian khusus pada generasi muda dan perempuan. Ia mendorong penyediaan internet gratis, pusat kreativitas, pendidikan tinggi berkualitas, serta gerakan penghijauan kota. Untuk perempuan, ia menjanjikan penguatan layanan PAUD, pelatihan kerja, dan dukungan UMKM.
“Jika perempuan kuat, maka kota ini akan ikut maju,” katanya.
Jimmy juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi, menolak praktik jual beli jabatan dan mendorong sistem meritokrasi. “Birokrasi harus melayani, bukan dilayani,” tegasnya.
Kiprahnya dalam menjaga toleransi tercermin lewat kontribusinya membangun masjid dan TPA di Cikampek, yang diberi nama Masjid Baiturohim. Ia juga menyebut adik kandungnya seorang Muslim, sebagai bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan sekat.
“Pluralisme bukan ancaman, tapi kekuatan kita,” pungkas Jimmy.





