Hoaks Bisa Pecah Belah Masyarakat,Ketua DPC PJS Basel Ajak Publik Lebih Bijak Bermedia

“Jika ditemukan indikasi penyebaran informasi yang menyesatkan atau merugikan masyarakat, segera laporkan kepada pihak terkait agar tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dani menjelaskan bahwa hoaks tidak hanya berdampak pada individu yang menjadi objek pemberitaan, tetapi juga dapat mengancam stabilitas sosial.

Informasi yang tidak terverifikasi berpotensi membentuk persepsi yang salah, memunculkan prasangka, hingga memecah belah hubungan antarwarga.
Karena itu, literasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

Masyarakat dituntut tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memilah, menganalisis, dan mengevaluasi setiap informasi yang diterima sebelum mengambil kesimpulan.

Selain itu, peran media massa yang profesional dan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dinilai sangat penting dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik. Media memiliki tanggung jawab untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta sehingga dapat menjadi rujukan yang terpercaya bagi masyarakat.

“Media yang bekerja sesuai kaidah jurnalistik memiliki mekanisme verifikasi sebelum sebuah informasi dipublikasikan. Ini menjadi pembeda dengan informasi yang beredar bebas di media sosial tanpa proses pengecekan fakta,” jelasnya.

Dani menegaskan bahwa menjaga ruang digital yang sehat bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Setiap individu memiliki peran penting untuk tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi palsu.

Menurutnya, kedewasaan dalam menggunakan media sosial dan kemampuan berpikir kritis merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai narasi yang berpotensi menyesatkan publik.

“Di era ketika informasi menyebar begitu cepat, masyarakat harus menjadi pengguna media yang cerdas. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Verifikasi adalah langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk menjaga harmoni sosial dan kondusivitas di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *