Rina juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap pihak pengelola kawasan, termasuk sejauh mana peran dan tanggung jawab yang telah dijalankan selama ini. Ia menilai, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kawasan industri menjadi kunci untuk menarik kepercayaan investor.
Selain itu, ia mendorong agar pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat mengambil langkah strategis guna menghidupkan kembali kawasan industri tersebut. Salah satunya dengan memperkuat promosi investasi serta memastikan kesiapan infrastruktur pendukung.
Ke depan, Pansus DPRD Babel berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan Kawasan Industri Sadai agar dapat berfungsi sesuai dengan tujuan awal pembentukannya. Kawasan ini diharapkan mampu menjadi magnet investasi, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
“Kami meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan dan investigasi secara menyeluruh. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan aturan, maka harus segera ditindaklanjuti dengan bersurat ke kementerian guna mendapatkan penanganan lebih lanjut,” pungkas Rina Tarol.
Dengan adanya perhatian serius dari DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diharapkan Kawasan Industri Sadai dapat segera berbenah dan berkembang menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi di Bangka Selatan.





