Forum ini juga menyiapkan tujuh program kerja prioritas untuk tahun pertama. Di antaranya adalah peliputan dan investigasi isu ketahanan pangan, penyusunan standar peliputan nasional, pelatihan dan sertifikasi jurnalis pangan-gizi, pembentukan koordinator wilayah di seluruh provinsi, pembangunan pusat data nasional, serta pengembangan platform digital untuk publikasi berita dan kajian pangan-gizi.
Dalam pernyataan resminya, F-JUPNAS GIZI menegaskan komitmen moral untuk selalu menjaga independensi, profesionalitas, dan netralitas. Forum ini tidak dibentuk untuk menyerang pihak mana pun, namun untuk memastikan bahwa masa depan kesehatan dan gizi anak Indonesia tetap terjaga. “Kami berdiri bukan untuk konflik, tetapi untuk memastikan kebenaran dan integritas dalam setiap kebijakan publik yang menyangkut pangan dan gizi,” tulis pernyataan tersebut.
Sebagai penutup, F-JUPNAS GIZI mengajak jurnalis, media, dan masyarakat luas untuk ikut serta dalam gerakan nasional ini. Mereka meyakini bahwa perubahan dan perbaikan hanya dapat terjadi melalui kolaborasi, integritas, dan persatuan seluruh elemen bangsa dalam mengawal ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
TTD: Rival Achmad Putra Labbaika, S.H





