“Sepanjang Januari hingga November 2025, kami mengevakuasi 67 ekor ular dan 33 kasus evakuasi sarang tawon. Selain itu, ada juga evakuasi biawak sebanyak 4 kasus, kucing 14 kasus, buaya 5 kasus, monyet 2 kasus, serta anjing 8 kasus,” jelasnya.
Bahkan, lanjut Ardiansyah, Damkar Basel juga pernah menangani 1 kasus evakuasi lumba-lumba yang terdampar, menunjukkan bahwa layanan Damkar benar-benar menyentuh berbagai jenis kedaruratan di masyarakat, baik di darat maupun perairan.
Di luar tugas pemadaman dan penyelamatan, Damkar Basel juga aktif memberikan layanan bantuan kemasyarakatan. Di antaranya, penyediaan air bersih sebanyak 3 kasus, kemudian 41 kegiatan penyemprotan serta 32 kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran dan keselamatan.
“Kami juga melaksanakan 47 kegiatan bantuan lainnya yang mencakup berbagai bentuk penanganan darurat serta dukungan teknis kepada warga,” tambah Ardiansyah.
Menghadapi tingginya angka kejadian tersebut, Ardiansyah menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Bangka Selatan.
“Dengan jumlah kasus yang cukup tinggi ini, kami berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, bencana alam, maupun gangguan satwa liar. Kami selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Basel, namun upaya pencegahan tetap menjadi yang utama,” pungkasnya.





