Wabup Debby juga mengapresiasi tema yang diangkat dalam Festival Literasi Bangka Selatan Tahun 2026, yakni “Literasi untuk Semua, Inspirasi untuk Dunia.” Menurutnya, tema tersebut mengandung makna bahwa literasi merupakan hak sekaligus kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
“Literasi tidak hanya menjadi milik pelajar, guru, akademisi, maupun mereka yang berada di lingkungan pendidikan, tetapi juga penting bagi seluruh masyarakat dalam menjalani kehidupan dan menghadapi perubahan zaman,” imbuhnya

Lebih jauh Wabup Debby menyampaikan bahwa, melalui penguatan literasi, masyarakat diharapkan mampu memperluas wawasan, meningkatkan kualitas pengetahuan, serta membangun pola pikir yang lebih kritis dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Wabup Debby juga menekankan pentingnya menanamkan budaya literasi sejak dini, khususnya kepada generasi muda. Kemampuan memahami informasi yang benar dan memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Upaya membangun budaya literasi membutuhkan dukungan bersama, baik dari pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, maupun masyarakat. Perpustakaan juga diharapkan terus berperan sebagai ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan potensi diri,” ungkapnya.
Menutup pesannya, Wabup Debby berharap Festival Literasi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak berkelanjutan dalam menumbuhkan minat baca, memperluas akses pengetahuan, serta membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat.
“Dengan berakhirnya Festival Literasi Bangka Selatan Tahun 2026, bunda berharap semangat literasi terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” pungkasnya.
Melalui semangat Literasi untuk Semua, Inspirasi untuk Dunia, Kabupaten Bangka Selatan diharapkan dapat terus mendorong terwujudnya masyarakat yang berpengetahuan, kritis, adaptif, dan mampu memanfaatkan informasi secara bijak untuk mendukung pembangunan daerah.





