Teror di Simpang Lampu Merah Ampera, Aktivis Bangka Selatan Disiram Air Keras

Cairan keras yang disiramkan mengenai leher, dagu, perut, paha, hingga kaki, menyebabkan luka melepuh. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif dan mendapatkan penanganan medis di RSUD Basel.

Rosidi menyatakan akan menempuh jalur hukum dan memastikan peristiwa tersebut dilaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian. Ia berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik aksi keji tersebut.

“Nanti saya akan membuat laporan resmi ke Polres Bangka Selatan agar peristiwa ini bisa diusut tuntas,” tegasnya.

Insiden ini menimbulkan keprihatinan luas di tengah masyarakat.

Lokasi kejadian berada di salah satu jalan utama Kota Toboali, tepat di persimpangan lampu merah yang setiap hari ramai dilalui kendaraan dan warga. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku berani melakukan aksi kekerasan di ruang publik terbuka tanpa rasa takut.

Sejumlah warga menilai peristiwa tersebut sebagai ancaman serius terhadap rasa aman masyarakat. Aksi penyiraman air keras dinilai bukan hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga menebar teror psikologis, khususnya bagi kalangan aktivis dan masyarakat umum.

Masyarakat berharap pihak kepolisian segera bergerak cepat dengan mengumpulkan bukti, memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, serta memburu para pelaku. Penanganan yang cepat dan transparan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan tidak boleh dibiarkan tumbuh di Bangka Selatan. Daerah ini diharapkan tetap menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk beraktivitas, menyampaikan pendapat, dan menjalankan kehidupan sosial tanpa rasa takut. Aparat penegak hukum didesak bertindak tegas agar Bangka Selatan tidak hidup dalam bayang-bayang teror.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *