Proyek Irigasi di Desa Rias,Anggaran Rp43 Miliar Retak Sebelum Rampung, Mutu Konstruksi Irigasi Dipertanyakan??

Hingga kini, penyebab keretakan belum dapat dipastikan. Karena itu, diperlukan evaluasi objektif untuk menentukan apakah kerusakan tersebut hanya terjadi pada permukaan atau berpotensi memengaruhi kekuatan dan fungsi saluran irigasi.

Salah seorang petani Desa Rias, Surya, menilai kualitas konstruksi harus menjadi perhatian serius mengingat infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Ia menjelaskan, lahan persawahan di Daerah Irigasi (D.I.) Rias seluas sekitar 11 hektare telah ditanami padi sejak puluhan tahun lalu. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dengan anggaran puluhan miliar rupiah diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi petani.

“Proyek yang menghabiskan uang negara puluhan miliar ini berupaya mendukung keberlangsungan pertanian dan menjaga harapan para petani di tengah musim kekeringan. Kalau melihat kondisi seperti ini, nampak jauh panggang dari api,” ujarnya.

Surya juga menyoroti kondisi dinding saluran yang mengalami keretakan serta bagian yang dilaporkan ditutup dengan acian semen. Ia menduga kondisi tersebut perlu dikaji dari sisi umur adukan, penggunaan material, dan metode pengerjaan. Namun, dugaan tersebut tetap memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan teknis.

Ia meminta BWS Bangka Belitung memperketat pengawasan dan melakukan pengecekan langsung terhadap hasil pekerjaan di lapangan.

Menurutnya, pemeriksaan perlu mencakup ketebalan dinding, mutu material, sambungan konstruksi, kemiringan saluran, volume pekerjaan, serta kekuatan struktur.

Seluruh aspek tersebut perlu dicocokkan dengan spesifikasi teknis, rencana anggaran biaya (RAB), dan ketentuan kontrak.
Apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, kontraktor diharapkan melakukan perbaikan berdasarkan rekomendasi teknis dan ketentuan yang berlaku.

Konsultan supervisi juga perlu memastikan pengawasan dilaksanakan sesuai tanggung jawabnya.

Klarifikasi dari BWS Bangka Belitung, PT Graha Anugerah Lestari, serta konsultan supervisi diperlukan untuk menjelaskan kondisi saluran dan langkah penanganan yang akan dilakukan.
Hingga berita ini diterbitkan, Team media masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan resmi dan menjaga keberimbangan pemberitaan.

Surya berharap proyek tersebut benar-benar menghasilkan jaringan irigasi yang berkualitas, berfungsi optimal, dan mampu mendukung kebutuhan air pertanian masyarakat dalam jangka panjang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *