“Dengan Musda yang dilaksanakan setiap tahun, kita bisa menilai kinerja pengurus secara objektif karena ada ukuran yang jelas. UKW menjadi salah satu barometernya,” tegas Mahmud.
Menurutnya, masa kepengurusan yang terlalu panjang terkadang membuat sejumlah program organisasi baru mulai dijalankan menjelang berakhirnya periode kepemimpinan. Kondisi tersebut dinilai kurang efektif dalam mendorong percepatan program dan pengembangan organisasi.
“Pengalaman menunjukkan, jika masa jabatan terlalu lama, banyak program baru dikerjakan di penghujung periode. Itu tidak efektif bagi organisasi. Karena itu, PJS melakukan terobosan dengan menetapkan kepengurusan satu tahun agar setiap pengurus terdorong bekerja sejak awal,” jelasnya.
Mahmud menambahkan, Munas III PJS tidak hanya menjadi forum pergantian atau penetapan kepemimpinan organisasi. Lebih dari itu, Munas menjadi momentum penting dalam perjalanan PJS sekaligus bagian dari sejarah pers nasional.
Ia mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota PJS di berbagai daerah untuk bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan organisasi.
“Mari menjadi bagian dari sejarah itu. Mari persembahkan tenaga, pikiran, waktu, dan kemampuan terbaik yang kita miliki demi kemajuan organisasi yang kita cintai. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh DPD dan DPC yang kembali memberikan kepercayaan kepada saya. Bersama-sama kita besarkan PJS,” pungkasnya.
Kehadiran ratusan peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Maluku, menjadi gambaran semakin kuatnya konsolidasi internal PJS. Foto bersama seluruh peserta setelah pelaksanaan Munas III juga menjadi simbol persatuan dan komitmen bersama untuk membawa PJS memasuki fase baru yang lebih maju.
Dengan kembali terpilihnya Mahmud Marhaba secara aklamasi, PJS kini dihadapkan pada sejumlah agenda strategis. Penguatan kualitas sumber daya wartawan, peningkatan kompetensi jurnalistik, perluasan konsolidasi organisasi, serta percepatan langkah menuju pengakuan sebagai konstituen Dewan Pers menjadi tantangan yang harus dijawab bersama oleh seluruh jajaran PJS di Indonesia.





