Dr. Agus Pranawa: Pencegahan Angka Kematian Ibu dan Bayi dan Stunting Harus Dimulai Sejak Masa Kehamilan

meliputi pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta pencegahan stunting sejak dini.

Penggerakan Bumil Sehat merupakan rangkaian kegiatan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan selama tiga hari. Setelah kegiatan ini, DKPPKB akan menggelar Penggerakan Cegah Stunting pada Selasa (7/7/2026), dilanjutkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) pada Rabu (8/7/2026).
Melalui kolaborasi seluruh pemangku.

kepentingan dan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan optimistis mampu menekan angka stunting, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Bangka Selatan yang semakin maju.us menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala DKPPKB Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, dan diikuti sekitar 170 peserta, yang terdiri dari ibu hamil, kader kesehatan, serta berbagai unsur lintas sektor.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran kepala perangkat daerah terkait, Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Kecamatan, Dharma Wanita Persatuan, para camat se-Kabupaten Bangka Selatan, Lurah Teladan, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bangka Selatan, Direktur RSUD Junjung Besaoh, Direktur RSUD Kriopanting, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bangka Selatan, Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (PC IBI), serta kader kesehatan dari Kelurahan Teladan, Toboali, dan Tanjung Ketapang.

Dalam sambutannya, dr. Agus Pranawa menegaskan bahwa upaya menurunkan angka kematian ibu dan prevalensi stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas. Menurutnya, ibu hamil yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat dan memiliki peluang lebih besar terhindar dari stunting.

“Penggerakan Bumil Sehat merupakan salah satu langkah promotif dan preventif agar ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, memiliki pengetahuan yang cukup selama masa kehamilan, serta mampu mencegah stunting sejak bayi masih dalam kandungan,” ujar dr. Agus.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 yang mengatur pelayanan kesehatan mulai dari sebelum kehamilan, masa kehamilan, persalinan, hingga masa nifas.

Dr. Agus juga mengajak seluruh ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil minimal empat kali, dengan satu kali pertemuan didampingi suami.

Menurutnya, keterlibatan suami sangat penting agar keluarga memahami tanda-tanda bahaya selama kehamilan serta mampu memberikan dukungan kepada ibu hingga proses persalinan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ibu hamil kini dianjurkan menjalani pemeriksaan kehamilan minimal enam kali.

Dari jumlah tersebut, dua kali pemeriksaan wajib menggunakan layanan ultrasonografi (USG) guna memastikan kondisi ibu dan janin dapat dipantau secara optimal.

Untuk mendukung pelayanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus berupaya melengkapi sarana kesehatan.

Berdasarkan data DKPPKB, saat ini masih dibutuhkan 10 unit alat USG untuk seluruh puskesmas di Bangka Selatan, sementara satu unit yang tersedia dalam kondisi rusak sehingga perlu segera diganti. Selain itu, layanan Posyandu juga terus diperkuat melalui penyediaan alat antropometri guna memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini.

Dalam kesempatan itu, dr. Agus turut mengungkapkan bahwa berdasarkan data Semester I Tahun 2026, Kabupaten Bangka Selatan mencatat 5 kasus kematian ibu dan 13 kasus kematian bayi. Angka tersebut meningkat dibandingkan Tahun 2025 yang mencatat 2 kasus kematian ibu dan 8 kasus kematian bayi.

“Data ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Karena itu, Penggerakan Bumil Sehat menjadi salah satu upaya nyata pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, sekaligus mempercepat penurunan stunting di Bangka Selatan,” tegasnya.

Kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh dr. Agus Pranawa bersama dr. Marko Adyo Rikardo Panjaitan, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD Junjung Besaoh.

Materi yang diberikan meliputi pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta pencegahan stunting sejak dini.

Penggerakan Bumil Sehat merupakan rangkaian kegiatan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan selama tiga hari. Setelah kegiatan ini, DKPPKB akan menggelar Penggerakan Cegah Stunting pada Selasa (7/7/2026), dilanjutkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) pada Rabu (8/7/2026).

Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan optimistis mampu menekan angka stunting, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Bangka Selatan yang semakin maju.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *